misa' kada di potuo pantan kada di pomate...'

yamo pale' na pepasanan kik nene' todolota tu kumua la tontong yah pale' tu sipakaboro' sia si ingkok' la umba-umba tu dinai...

Pengalaman kita di Toraja

Pengalaman kita di Toraja konflik politik partai sangat sulit dilakukan konsilidasi, bahkan sangat membias pada perjalanan pemerintahan, kalaupun konsilidasi terbangun kembali sangatlah semu. Oleh karena itu hindari memilih Calon Bupati Toraja yang menimbulkan konflik pada internal partai. Hanya Calon Bupati yang Arogan dan Ambisius yang menimbulkan perpecahan di tubuh partai pengusung. Ingatlah pengalaman masalah lalu, konflik kepentingan menyebabkan pemerintahan berjalan bukan untuk rakyat, tapi menjadi win-win solusi untuk para elit, masih ingat istilah perkodes ? masih ingat dana penghubung ? masih ingat penempatan kabinet pemda ? dan masih banyak fakta di depan mata kita yang terjadi karena konflik kepentingan.
Partai politik punya tanggungjawab moral atas kepentingan rakyat, sehingga partai politik yang mengusung Calon Bupati yang Arogan dan Ambisius, sesungguhnya adalah sumber penderitaan rakyat.
Mari memilih Calon Bupati yang Pro Gereja dan Rakyat..... Tongan